pasang

Mikrokontroler

Aplikasi

Movie

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label New Post. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label New Post. Tampilkan semua postingan

APM 2.8

3/09/2018
This is the new APM 2.8 flight controller. The sensors are exactly the same as the APM 2.6 flight controller however this has the option to use the built in compass, or external compass via a jumper. This makes the APM 2.8 ideal for use with multicopters and rovers. The APM 2.8 is a complete open source autopilot system and the bestselling technology that won the prestigious Outback Challenge UAV competition. It allows the user to turn any fixed, rotary wing or multirotor vehicle (even cars and boats) into a fully autonomous vehicle; capable of performing programmed GPS missions with waypoints.

This revision of the board has an optional onboard compass, which is designed for vehicles (especially multicopters and rovers) where the compass should be placed as far from power and motor sources as possible to avoid magnetic interference. (On fixed wing aircraft it's often easier to mount APM far enough away from the motors and ESCs to avoid magnetic interference, so this is not as critical, but APM 2.8 gives more flexibility in that positioning and is a good choice for them, too). This is designed to be used with the 3DR uBlox GPS with Compass, so that the GPS/Compass unit can be mounted further from noise sources than APM itself.


APM 2.8 requires a GPS unit for full autonomy. You can add additional extras to your AMP 2.8 board via the options above. 
Using the built in compass

To use the built in compass simply connect the jumper as shown below. If the compass jumper is removed then the APM board will use the external compass which is best for multirotors with a GPS/compass module mounted externally


POWERFUL GROUND CONTROL SOFTWARE

The downloadable mission planner software is what you use to configure and control your Ardupilot board, features include :

- Point-and-click waypoint entry, using Google Maps.
- Select mission commands from drop-down menus
- Download mission log files and analyze them
- Configure APM settings for your airframe
- Interface with a PC flight simulator to create a full hardware-in-the-loop UAV simulator.
- See the output from APM’s serial terminal

WHAT CAN THE APM BOARD CONTROL?

The ArduPilot Mega board can control Planes, Copters and Rovers. All you need to do is load the appropriate software onto the board with a few clicks

FEATURES :

- Arduino Compatible!
- Includes 3-axis gyro, accelerometer, along with a high-performance barometer
- Onboard 4 MegaByte Dataflash chip for automatic datalogging
- Optional off-board GPS, uBlox LEA-6H module with Compass.
- One of the first open source autopilot systems to use Invensense's 6 DoF Accelerometer/Gyro MPU-6000.
- Barometric pressure sensor upgraded to MS5611-01BA03, from Measurement Specialties.
- Atmel's ATMEGA2560 and ATMEGA32U-2 chips for processing and usb functions respectively.
- Weight: 30g

Processor dan GPU Terbaik Smartphone Saat Ini

7/04/2017
Mengenal Urutan dan  Tipe Jenis macam Prosesor serta GPU Smartphone Terbaik terabru saat ini . Prosesor atau yang sering disebut dengan CPU (Central Processor Unit ) selalu menjadi bagian wajib bahkan sangat penting di setiap device smartphone, Karena dia adalah pusat atau otak dari segala kinerja yang teroperasikan pada device smarthpohe tersebut. Tidak hanya pada PC, prosesor atau CPU ini juga terdapat pada Smartphone. Banyak produsen smartphone menonjolkan prosesor pada smartphone yang telah dirilisnya, agar smartphone keluaranya banyak diminati oleh para pecinta gadget utamanya smartphone. Untuk itu mari kita lihat jenis-jenis prosesor yang digunakan pada sebuah smartphone, dikhususkan untuk yang bersistem operasi Android.
  1. Qualcomm Snapdragon

    Qualcomm Snapdragon telah dikenal sebagai pabrikan yang sudah berpengalaman dalam merilis chipset dengan prosesor berkualitas dan kemampuan yang mumpuni. Chipset dari Qualcomm terlihat lebih berkelas. Terbukti sekarang ini chipset tersebut banyak digunakan oleh produk – produk tablet dan smartphone berkelas.
  2. Mediatek

    Mediatek merupakan produsen yang fokus pada produksi chipset dengan jumlah loading lebih banyak dan dibanderol dengan harga yang terjangkau. Awalnya, Mediatek dianggap tidak mampu menyaingi Qualcomm sehingga sering dianggap kurang bagus. Namun dalam perkembangannya, Mediatek sudah dapat mendekati kemampuan chipset Qualcomm. Saat ini jenis terbaru dari prosesor Media Tek MT6735. SoC (System-on-Chip) memiliki kemampuan hingga 64-bit t. SoC tersebut telah didukung prosesor quad-core serta GPU dari ARM, didukung oleh chip modem 4G LTE.
  3. Intel

    Prosesor Intel Atom menawarkan kinerja yang mumpuni. Salah satu keunggulannya adalah teknologi thread yang membuat cpu dual core seolah memiliki empat inti. Smartphone dengan prosesor intel meliputi Lenovo K900 dan Asus Zenfone dan yana lainnya.
  4. OMAP

    Jenis prosesor OMAP merupakan hasil produksi dari Texas Instrument, jenis prosesor ini sering digunakan oleh smartphone yang memiliki kinerja handal seperti samsung galaxy nexus, huawei ascend P1 S serta tablet archos. Kelebihan yang dimiliki prosesor OMAP diantaranya proses tampilan situs pada intrernet seperti website pada PC. User interface lebih cepat ssrta penggunaan daya sedikit.
  5. Nvidia Tegra

    Prosesor buatan Nvidia Tegra difokuskan agar handal untuk bermain game. Chipset Nvidia sangat cocok untuk pecinta game. Nvidia dapat menghadirkan jumlah core yang efektif misalnya jika gadget menjalankan game berat, semua inti prosesor akan bekerja tetapi jika hanya menjalankan aplikasi ringan hanya berjalan dengan satu inti.
  6. Exynos

    Ini adalah prosesor buatan Samsung. Chipset ini cenderung ekslusif hanya untuk perangkat premium buatan Samsung. Kemampuan chipset ini menawarkan performa yang hampir sama dengan Qualcomm sehingga sudah dapat dikatakan mumpuni. Prosesor jenis Exynos juga dilengkapi oleh GPU ARM Mali-400 MP4 yang mempunyai kelebihan pada bidang game 3D serta multitasking.
GPU merupakan kepanjangan dari Graphics Processing Unit yakni semacam chip yang digunakan pada system android sebagai tambahan dari CPU sebagai perangkat utama yang berfusngsi sebagai pengolah system grafis pada android. GPU yang pertama kali hadir yakni jenis GPU GeForce 256 pada tahun 1999 dan diluncurkan oleh NVIDIA. Mungkin Anda juga pernah mendengar istilah CPU pada computer, nah fungsi GPU hampir menyerupi CPU pada computer.


Akan tetapi jika CPU hanya terbatas memiliki beberapa core saja, akan tetapi pada GPU tersebut, mengandung hingga ribuan core. Oleh karena itulah, keberadaan GPU pada penggunaan smartphone android menjadi sangat penting, terutama jika Anda ingin menjalankan system 3 dimensi pada perangkat yang membutuhkan ketajaman gambar yang lebih tinggi. Pada smartphone, semakin tinggi kualitas GPU yang digunakan, maka biasanya harga smartphone tersebut juga akan semakin mahal.
Berikut ini beberapa macam jenis GPU yang biasa digunakan pada perangkat smartphone:
  • Adreno
    Jenis GPU ini memiliki beberapa tingkatan, diantaranya adalah Adreno 130, Adreno 200, Adreno 205, Adreno 220, Adreno 225, Adreno 230, Adreno 302, Adreno 305, Adreno 320, Adreno 330.
  • Tegra

    Tergra pertama kali diperkenalkan pada tahun 2008 untuk media player zune HD. Tegra sendiri terbagi pada beberapa jenis, diantaranya Tegra 2, Tegra 3, Tegra 4 dan Tegra K1. Pada tahun 2010, jenis GPU ini digunakan pada perangkat tablet, yakni untuk tablet Galaxy Tab 10.1 dan Acer Tab A200.
  • PowerVR

    PowerVR merupakan GPU buatan video logic. GPU ini menggeluti mobile processing. Jenis GPU ini banyak kita temukan pada perangkat smarthpohe produksi apple yakni iPod dan iPhone. Misalnya pada perangkat ponsel apple yang terbaru saat ini, GPU PowerVR tersebut bisa kita temukan pada iPhone 5S yakni PowerVR G6430.
  • Mali

    Beberapa jenis smartphone saat ini cukup banyak yang menggunakan jenis GPU Mali. Pada tahun 2005, jenis GPU mali digunakan pada 95% smartphone yang ada di dunia. Jenis tercepat dari GPU Mali tersebut adalah versi MAli T-720. Namun sayangnya belum banyak smartphone yang menggunakan GPU jenis ini.
  • VideoCore Broadcome

    VideoCore Broadcome merupakan jenis GPU yang memerlukan daya rendah untuk pengoperasiannya. Jenis GPU ini saat ini menggunakan arsitektur DSP dual dimensi dalam aplikasinya sehingga lebih fleksibel dan efisien.
Berikut ini adalah beberapa GPU terbaik berdasarkan hasil benchmark untuk tablet maupun smartphone mulai dari peringkat kesepuluh hingga peringkat pertama
  • PowerVR SGX 544 MP4
  • ARM Mali-T628
  • PowerVR G6200
  • Qualcomm Adreno 330
  • PowerVR G6430
  • ARM Mali T760
  • Qualcomm Adreno 420
  • PowerVR GX6450
  • NVIDIA GeForce Tegra K1
  • Qualcomm Adreno 430
Berdasarkan urutan tersebut diketahui bahwa Qualcomm Adreno 430 menjadi GPU terbaik. Namun performa pada smartphone tidak hanya ditentukan dari faktor GPU saja tetapi juga faktor prosesor dan memori RAM yang digunakan pada smartphone tersebut. GPU memiliki fungsi grafis yang sangat penting di dalam system smartphone. Memang kekutan core pada GPU tidak sehebat core pada CPU yang digunakan computer, akan tetapi jumlah core yang banyak pada GPU akan menghasilkan kekuatan sendiri. Sebagai contoh Anda diminta untuk mengecat lapangan dalam waktu 15 menit.
Mana yang akan Anda pilih, 4 orang yang memiliki kemampuan mengecat dengan cepat atau 60 orang yang memiliki kemampuan mengecat biasa saja? Inilah perbandingan core pada CPU dan GPU. Sebab memang pada smartphone, ketajaman gambar dalam skala pixel menjadi hal yang cukup menentukan kualitas dari smartphone itu sendiri. Sebuah chip yang mengandung processor, GPU serta memory controller, itulah yang dinamakan dengan SoC. Saat ini Tegra masih dianggap sebagai SoC terbaik di dunia dan sudah banyak digunakan pada perangkat smartphone. Selain Tegra, SoC yang juga terkenal dan banyak dipakai pada beberapa perangkat adalah Snapdragon. Penggunaan GPU dan SoC tersebut akan sangat dibutuhkan sebuah smartphone untuk kepentingan ketajaman gambar yang ada, terutama pada beberapa aplikasi game.

Spesifikasi Raspberry Pi 3

4/27/2017
       Raspberry Pi, sering disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (single-board circuit; SBC) yang seukuran dengan kartu kredit yang dapat digunakan untuk menjalankan program perkantoran, permainan komputer, dan sebagai pemutar media hingga video beresousi tinggi. Raspberry Pi dikembangkan oleh yayasan nirlaba, Rasberry Pi Foundation, yang digawangi sejumlah pengembang dan ahli komputer dari Universitas Cambridge, Inggris.

Spesifikasi Raspberry Pi 3

1. SoC – BCM2837
2. CPU – 64-bit 1.2GHz quad-core ARM Cortex-A53 CPU
3. RAM – 1GB SDRAM @ 400 MHz
4. Storage – Micro-SD
5. Wireless + Bluetooth – Integrated 802.11n wireless LAN and Bluetooth 4.1
6. Ethernet – 10/100 Mbps
7. Video – Yes – VideoCore IV 3D
8. Audio – Yes
9. USB 2.0 – 4 ports
10. GPIO – 40
11. Power – 2.5 Amps
12. Operating system support – Linux and Unix or Windows 10 IoT

Membuat Jam Digital dan Alarm dengan Arduino Nano

4/24/2017
          Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan mengenai bagaimana cara membuat sebuah alat yang memiliki fitur jam digital dan setting alarm, alat ini menggunakan Arduino Nano sebagai kendali atau kontroller yang akan mengakses RTC DS3231, Buzzer dan Button. terdapat 4 buah tombol yang akan digunakan sebagai  kendali, buzzer sebagai output alarmnya dan RTC sebagai pemberi data jam hari, tanggal, bulan dan tahun. Untuk tampilan display menggunakan LCD 20X4 dengan backlight warna biru. untuk lebih jelasnya siapkan alat tempurnya.

Alat tempur yang diperlukan :

   1. Arduino Nano
   2. RTC DS3231
   3. LCD 20X4 WITH I2C
   3. Empat Buah Button
   4. Buzzer
Perancangan Arduino Nano - RTC DS3231 - LCD 20X4 WITH I2C

Arduino Nano
RTC DS3231
LCD 20X4 WITH I2C
A4
SCL
SCL
A5
SDA
SDA
VCC
VCC
VCC
GND
GND
GND

Perancangan Arduino - Button

Arduino Nano
Button
2
Settings
3
UP
4
DOWN
5
ALARM

Gambar Perancangan


Fitur pada jam digital ini memiliki sepesifikasi sebagi berikut :

   1.   Menampilkan Hari, Waktu, Tanggal, Bulan dan Tahun
   2.   Menampilkan Suhu sekitar dalam ruangan
   3.   Mengubah Hari dengan Pust Button
   4.   Mengubah Tanggal dengan Pust Button
   5.   Mengubah Bulan dengan Pust Button
   6.   Mengubah Tahun dengan Pust Button
   7.   Mengubah Jam dengan Pust Button
   8.   Mengubah Menit dengan Pust Button
   9.   Mengubah Detik dengan Pust Button
   10. Menyeting Alarm dengan Pust Button
   11. Jam digital dapat berbunyi setiap 1 jam
   12. Jam Digital dapat berbunyi pada tanggal Ulang Tahun Ane hehehehehe
   12. Waktu akan tetap terjaga walaupun Arduino direstar atau dimatikan

Download Program Arduino dan Library I2C, Pust Button dan RTC DS3231, Jika semuanya sudah di download ikuti tutorial dibawah ini

   1. Ekstrak atau pindahkan 3 library tersebut ke document/arduino/library ekstrak disini
   2. Ekstrak folder Program_Jam_Digital dimana saja
   3. Jika semuanya sudah buka folder Program_Jam_Digital dan buka Programnya dan Uploud ke Arduino Nano
   5. Enjoy

Arduino Mega 2560

3/13/2017
Arduino Mega2560 adalah papan mikrokontroler berbasiskan ATmega2560 (datasheet ATmega2560). Arduino Mega2560 memiliki 54 pin digital input/output, dimana 15 pin dapat digunakan sebagai output PWM, 16 pin sebagai input analog, dan 4 pin sebagai UART (port serial hardware), 16 MHz kristal osilator, koneksi USB, jack power, header ICSP, dan tombol reset. Ini semua yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler. Cukup dengan menghubungkannya ke komputer melalui kabel USB atau power dihubungkan dengan adaptor AC-DC atau baterai untuk mulai mengaktifkannya. Arduino Mega2560 kompatibel dengan sebagian besar shield yang dirancang untuk Arduino Duemilanove atau Arduino Diecimila. Arduino Mega2560 adalah versi terbaru yang menggantikan versi Arduino Mega.
 

Spesifikasi

Chip mikrokontrollerATmega2560
Tegangan operasi5V
Tegangan input (yang direkomendasikan, via jack DC)7V - 12V
Tegangan input (limit, via jack DC)6V - 20V
Digital I/O pin54 buah, 6 diantaranya menyediakan PWM output
Analog Input pin16 buah
Arus DC per pin I/O20 mA
Arus DC pin 3.3V50 mA
Memori Flash256 KB, 8 KB telah digunakan untuk bootloader
SRAM8 KB
EEPROM4 KB
Clock speed16 Mhz
Dimensi101.5 mm x 53.4 mm
Berat37 g
Open Source Hardware
Arduino Mega 2560 adalah hardware open source (OSH - Open Source Hardware). Dengan demikian anda dan siapapun diberi kebebasan untuk dapat membuat sendiri Arduino anda. Skema Arduino Mega 2560 R3 dapat anda download disini. File Eagle dapat anda download disini Arduino Mega 2560 Rev 3 telah dilengkapi dengan chip ATmega16U2 yang telah diprogram sebagai konverter USB to Serial. Firmware ATmega16U2 di load oleh DFU bootloader, dan untuk merubahnya anda dapat menggunakan software Atmel Flip (Windows) atau DFU programmer (Mac OSX dan Linux), atau menggunakan header ISP dengan menggunakan hardware external programmer.

Proteksi
Development board Arduino Mega 2560 R3 telah dilengkapi dengan polyfuse yang dapat direset untuk melindungi port USB komputer/laptop anda dari korsleting atau arus berlebih. Meskipun kebanyakan komputer telah memiliki perlindungan port tersebut didalamnya namun sikring pelindung pada Arduino Uno memberikan lapisan perlindungan tambahan yang membuat anda bisa dengan tenang menghubungkan Arduino ke komputer anda. Jika lebih dari 500mA ditarik pada port USB tersebut, sirkuit proteksi akan secara otomatis memutuskan hubungan, dan akan menyambung kembali ketika batasan aman telah kembali.

Power Supply
Board Arduino Mega 2560 dapat ditenagai dengan power yang diperoleh dari koneksi kabel USB, atau via power supply eksternal. Pilihan power yang digunakan akan dilakukan secara otomatis, External power supply dapat diperoleh dari adaptor AC-DC atau bahkan baterai, melalui jack DC yang tersedia, atau menghubungkan langsung GND dan pin Vin yang ada di board. Board dapat beroperasi dengan power dari external power supply yang memiliki tegangan antara 6V hingga 20V. Namun ada beberapa hal yang harus anda perhatikan dalam rentang tegangan ini. Jika diberi tegangan kurang dari 7V, pin 5V tidak akan memberikan nilai murni 5V, yang mungkin akan membuat rangkaian bekerja dengan tidak sempurna. Jika diberi tegangan lebih dari 12V, regulator tegangan bisa over heat yang pada akhirnya bisa merusak pcb. Dengan demikian, tegangan yang di rekomendasikan adalah 7V hingga 12V
 
Beberapa pin power pada Arduino Uno :
  • GND. Ini adalah ground atau negatif.
  • Vin. Ini adalah pin yang digunakan jika anda ingin memberikan power langsung ke board Arduino dengan rentang tegangan yang disarankan 7V - 12V
  • Pin 5V. Ini adalah pin output dimana pada pin tersebut mengalir tegangan 5V yang telah melalui regulator
  • 3V3. Ini adalah pin output dimana pada pin tersebut disediakan tegangan 3.3V yang telah melalui regulator
  • IOREF. Ini adalah pin yang menyediakan referensi tegangan mikrokontroller. Biasanya digunakan pada board shield untuk memperoleh tegangan yang sesuai, apakah 5V atau 3.3V
Memori
Chip ATmega2560 pada Arduino Mega 2560 Revisi 3 memiliki memori 256 KB, dengan 8 KB dari memori tersebut telah digunakan untuk bootloader. Jumlah SRAM 8 KB, dan EEPROM 4 KB, yang dapat di baca-tulis dengan menggunakan EEPROM library saat melakukan pemrograman.
 
Input dan Output (I/O)
Arduino Mega 2560 memiliki jumlah pin terbanyak dari semua papan pengembangan Arduino. Mega 2560 memiliki 54 buah digital pin yang dapat digunakan sebagai input atau output, dengan menggunakan fungsi pinMode(), digitalWrite(), dan digital(Read). Pin-pin tersebut bekerja pada tegangan 5V, dan setiap pin dapat menyediakan atau menerima arus sebesar 20mA, dan memiliki tahanan pull-up sekitar 20-50k ohm (secara default dalam posisi disconnect). Nilai maximum adalah 40mA, yang sebisa mungkin dihindari untuk menghindari kerusakan chip mikrokontroller

Beberapa pin memiliki fungsi khusus :
  • Serial, memiliki 4 serial yang masing-masing terdiri dari 2 pin.
  • Serial 0, pin 0 (RX) dan pin 1 (TX). Serial 1 : pin 19 (RX) dan pin 18 (TX). Serial 2 : pin 17 (RX) dan pin 16 (TX) Serial 3 : pin 15 (RX) dan pin 14 (TX). RX digunakan untuk menerima dan TX untuk transmit data serial TTL. Pin 0 dan pin 1 adalah pin yang digunakan oleh chip USB-to-TTL ATmega16U2 
  • External Interrups, yaitu pin 2 (untuk interrupt 0), pin 3 (interrupt 1), pin 18 (interrupt 5), pin 19 (interrupt 4), pin 20 (interrupt 3), dan pin 21 (interrupt 2). Dengan demikian Arduino Mega 2560 memiliki jumlah interrupt yang cukup melimpah : 6 buah. Gunakan fungsi attachInterrupt() untuk mengatur interrupt tersebut.
  • PWM, Pin 2 hingga 13 dan 44 hingga 46, yang menyediakan output PWM 8-bit dengan menggunakan fungsi analogWrite()
  • SPI, Pin 50 (MISO), 51 (MOSI), 52 (SCK), dan 53 (SS) mendukung komunikasi SPI dengan menggunakan SPI Library
  • LED, Pin 13. Pada pin 13 terhubung built-in led yang dikendalikan oleh digital pin no 13. Set HIGH untuk menyalakan led, LOW untuk memadamkan nya.
  • TWI, Pin 20 (SDA) dan pin 21 (SCL) yang mendukung komunikasi TWI dengan menggunakan Wire Library
Arduino Mega 2560 R3 memiliki 16 buah input analog. Masing-masing pin analog tersebut memiliki resolusi 10 bits (jadi bisa memiliki 1024 nilai). Secara default, pin-pin tersebut diukur dari ground ke 5V, namun bisa juga menggunakan pin AREF dengan menggunakan fungsi analogReference(). Beberapa in lainnya pada board ini adalah :
  • AREF. Sebagai referensi tegangan untuk input analog.
  • Reset. Hubungkan ke LOW untuk melakukan reset terhadap mikrokontroller. Sama dengan penggunaan tombol reset yang tersedia.

ESP8266 Web Server

2/17/2017

Example Sketch: AP Web Server

ESP8266 Tidak hanya dapat terhubung ke jaringan WiFi dan berinteraksi dengan internet, tetapi juga dapat membuat jaringan sendiri, yang memungkinkan perangkat lain untuk terhubung langsung pada ESP8266. Contoh ini menunjukkan bagaimana untuk mengubah ESP8266 menjadi titik akses (AP), dan melayani sampai halaman web untuk setiap klien yang terhubung.
Copy dan paste kode dari bawah, atau download
language:c
#include <ESP8266WiFi.h>
//////////////////////
//////////////////////
// WiFi Definitions //
/////////////////////
const char WiFiAPPSK[] = "sparkfun"; // Pin Definitions //
const int LED_PIN = 5; // Thing's onboard, green LED
/////////////////////
const int DIGITAL_PIN = 12; // Digital pin to be read
const int ANALOG_PIN = A0; // The only analog pin on the Thing
server.begin();
WiFiServer server(80); void setup() { initHardware(); setupWiFi(); }
WiFiClient client = server.available();
void loop() { // Check if a client has connected if (!client) { return; }
Serial.println(req);
// Read the first line of the request String req = client.readStringUntil('\r'); client.flush();
// request type (read/set) and value if set.
// Match the request int val = -1; // We'll use 'val' to keep track of both the if (req.indexOf("/led/0") != -1)
else if (req.indexOf("/read") != -1)
val = 0; // Will write LED low else if (req.indexOf("/led/1") != -1) val = 1; // Will write LED high val = -2; // Will print pin reads
digitalWrite(LED_PIN, val);
// Otherwise request will be invalid. We'll say as much in HTML // Set GPIO5 according to the request if (val >= 0) client.flush(); // Prepare the response. Start with the common header:
s += "LED is now ";
String s = "HTTP/1.1 200 OK\r\n"; s += "Content-Type: text/html\r\n\r\n"; s += "<!DOCTYPE HTML>\r\n<html>\r\n"; // If we're setting the LED, print out a message saying we did if (val >= 0) { s += (val)?"on":"off"; }
s += String(digitalRead(DIGITAL_PIN));
else if (val == -2) { // If we're reading pins, print out those values: s += "Analog Pin = "; s += String(analogRead(ANALOG_PIN)); s += "<br>"; // Go to the next line. s += "Digital Pin 12 = "; } else {
// when the function returns and 'client' object is detroyed
s += "Invalid Request.<br> Try /led/1, /led/0, or /read."; } s += "</html>\n"; // Send the response to the client client.print(s); delay(1); Serial.println("Client disonnected"); // The client will actually be disconnected } void setupWiFi() { WiFi.mode(WIFI_AP);
String(mac[WL_MAC_ADDR_LENGTH - 1], HEX);
// Do a little work to get a unique-ish name. Append the // last two bytes of the MAC (HEX'd) to "Thing-": uint8_t mac[WL_MAC_ADDR_LENGTH]; WiFi.softAPmacAddress(mac); String macID = String(mac[WL_MAC_ADDR_LENGTH - 2], HEX) + macID.toUpperCase(); String AP_NameString = "ESP8266 Thing " + macID;
pinMode(LED_PIN, OUTPUT);
char AP_NameChar[AP_NameString.length() + 1]; memset(AP_NameChar, 0, AP_NameString.length() + 1); for (int i=0; i<AP_NameString.length(); i++) AP_NameChar[i] = AP_NameString.charAt(i); WiFi.softAP(AP_NameChar, WiFiAPPSK); } void initHardware() { Serial.begin(115200); pinMode(DIGITAL_PIN, INPUT_PULLUP); digitalWrite(LED_PIN, LOW);
}
// Don't need to set ANALOG_PIN as input,
// that's all it can be.
Setelah meng-upload sketsa ini, menemukan perangkat lain yang dapat Anda terhubung ke jaringan WiFi - ponsel, laptop, dll Carilah jaringan disebut "Thing-XXXX", di mana XXXX adalah 2 byte terakhir dari alamat MAC Thing.

sketsa menetapkan password jaringan untuk "sparkfun". Setelah tersambung ke jaringanThing’s AP network, memuat browser dan arahkan ke 192.168.4.1/read. Hal yang harus melayani sampai halaman web yang menunjukkan Anda ADC dan digital pin 12 :

The Thing serving up a web page
Setelah itu, berikan 192.168.4.1/led/0 dan 192.168.4.1/led/1 

Cara Menyeting Ulang Nomor IMEI yang hilang Pada HP OPPO Neo 7

1/26/2017
IMEI (International Mobile Equipment Identity) adalah identitas unik setiap communication device yang kalau dianalogikan seperti sidik jari tangan manusia. jika nomor IMEI hilang maka handphone akan berakibat pada penggunaan SIM tidak akan bekerja terutama pada pengunaan SAMBUNGAN DATA yang dimana kita tidak akan bisa terhubang pada jaringan Internet, Untuk mengatasi hal tersebut sebelum melakukan harap dicatat Nomor IMEI biasanya ada dibelakang handphone dengan cara buka tutup belakang handphone, jika Nomor IMEI hilang maka dapat lihat pada BOX pembelian handphone maka disitu akan tertera 2 IMEI catat semuanya, oke selanjutnya ikuti cara dibawah ini :
  • Masuk dalam menu panggilan ketikkan *#*#3646633#*#* maka akan tampil menu dan geser pada Tab Connectivity

  • Lalu pilih CDS Information maka akan tampil gambar dibawah ini dan pilih Radio Information


  • Maka akan tampil pilihan Phone 1 dan Phone 2, Phone 1 digunakan untuk menyeting IMEI1 sedangkan Phone 2 digunakan untuk menyeting IMEI2, lanjut pilih Phone 1 dahulu maka akan tampil seperti gambar dibawah ini


  • Lalu pilih pada AT+ dan ketikan "EGMR" dan pilih yang 1,7 pada bagian ini EGMR=1,7 digunakan untuk menyeting IMEI1 sedangkan EGMR=1,10 digunakan untuk menyeting IMEI2, setelah mengetahui fungsi dari masing-masing IMEI selanjutnya masukkan Nomor IMEI1 yang sudah anda catat sebelumnya lihat gambar dibawah ini INGAT KASIH SPASI SETELAH AT+, Contoh AT+ EGMR=1,7,"869299028365671"


  • Jika sudah klik SEND AT COMMAND maka akan tampil seperti gambar dibawah ini yang berarti SEND AT COMMAND berhasil


  • Lakukan kembali pada setingan Phone 2 dan masukkan IMEI2, jangan lupa pilih EGMR=1,10 dan kasih SPASI SETELAH AT+ jika semua sudah dilakukan Rebot Hanphone dan setelah menyala kembali masuk pada menu panggilan untuk mengecek IMEI dengan mengketik *#06# maka akan tampil IMEI yang sudah anda buat tadi. 


Cara di atas sudah ane coba pada OPPO Neo 7 dan berhasil.
 
Copyright © Nandan Hunter. Designed by OddThemes | Distributed By Gooyaabi Templates